Chat with us, powered by LiveChat

Perempuan Inggris Telan Batang Sikat Gigi Karena Depresi

Seorang gadis asal Cardiff, Inggris, bernama Ayla harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit lantaran menelan sebatang sikat gigi. Diduga Ayla nekat melakukan hal tersebut karena depresi.

Menurut sang ibu, Jane Haine, Ayla depresi karena mengalami kesulitan belajar. Dia adalah salah satu dari sekian banyak orang di Britania Raya yang mengalami learning difficulties atau kesulitan belajar.

Kesulitan belajar adalah kondisi di mana kompetensi atau prestasi yang dicapai oleh seseorang tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. Umumnya, ini terjadi sejak orang tersebut masih kecil.

Kondisi yang demikian biasanya disebabkan oleh faktor biologis atau fisiologis, terutama berkenaan dengan kelainan fungsi otak, yang lazim disebut sebagai kesulitan belajar spesifik, serta faktor psikologis, yaitu kesulitan belajar yang berkaitan dengan rendahnya motivasi dan minat belajar.

Haines mengatakan, Ayla sudah dikarantina bersama penderita lain di Assessment and Treatment Unit (ATU) yang ada di sebuah rumah sakit di Northamptonshire, sejak usianya masih 14 tahun.

Ayla berjuang keras untuk melawan anoreksia dan masalah kesehatan mental lain yang diidapnya, termasuk depresi. Dia telah menghabiskan waktu selama tujuh tahun terakhir sebagai pasien rawat inap.

Jane menyebut Ayla depresi berat karena penyakit yang dideritanya, harus berada di tempat yang asing dan berada jauh dari keluarga. Ujungnya, dia nekat menelan sebatang sikat gigi tanpa diketahui motifnya.

Mirisnya, kasus ini baru diketahui oleh pihak keluarga 10 bulan kemudian dan selama keluarga menjenguk Ayla ke ATU, tak ada seorang perawat atau dokter di ATU yang membeberkan soal sikat gigi yang bersarang di dalam tubuh Ayla.

“Dia sangat ingin mengakhiri semuanya, ada botak besar di kepalanya, rambutnya tidak akan pernah tumbuh kembali karena dokter bilang dia kerap membenturkan kepalanya ke tembok,” ujar Haines, seperti dikutip dari BBC, Senin (1/4).

“Bahkan salah satu dokter mengatakan, mungkin dia mengalami sejumlah kerusakan otak. Kami tidak berdaya dan hanya bisa pasrah,” lanjut Jane.

Jane mengaku hatinya hancur melihat keadaan putrinya. Orangtua Ayla pun ikut tersiksa melihat penderitaan sang putri.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *